BAB I
PENDAHULUAN

Mumps atau gondong disebabkan oleh paramyxovirus. Gondong adalah infeksi virus yang disebarkan oleh udara yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Meskipun anak-anak kecil bisa terkena gondong, namun umumnya penyakit ini paling sering terjadi setelah usia 2 tahun (Pillinger, 2008).
Mumps, yang dikenal juga dengan parotitis epidemika adalah salah satu dari infeksi umum pada masa kanak-kanak sebelum vaksin mumps rutin yang dimulai pada tahun 1968. Kasus yang dilaporkan menurun 98% jika dibandingkan dengan era sebelum vaksin. Penyakit ini biasanya terjadi pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Sebelum era vaksin, epidemik mumps terjadi 3-4 tahun (Wilson, 2001).

BAB II
PERMASALAHAN

Sebelum vaksin sekitar 50% anak-anak mengalami gondong. Sekitar 200.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 1964 sebelum pengenalan vaksin dibandingkan dengan 291 kasus pada tahun 2005. Terjadi kebangkitan pada tahun 1986 dan 1987, dengan hampir 13.000 kasus yang dilaporkan dan terkait dengan kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk imunisasi. Kasus ini kebanyakan menimpa pada anak usia sekolah yaitu usia 10-19 tahun.
Baru-baru ini terjadi wabah gondong di Lowa, dengan 219 kasus yang dilaporkan pada tahun 2006. Selain itu, 14 kasus dilaporkan di negara-negara terdekat (Illinois, Nebraska, dan Minnesota). Ini adalah jumlah kasus terbesar di Amerika Serikat yang dilaporkan sejak 1988. Usia rata-rata dari 219 penderita gondong adalah 21 tahun, dengan 30% adalah mahasiswa. Pada tahun 1991, Lowa menetapkan bahwa 2 dosis vaksin gondong diperlukan untuk semua anak.
Kematian akibat penyakit Mumps sangat jarang terjadi. Di antara yang terinfeksi penyakit ini yang paling umum dilaporkan adalah gejala Parotitis (83%), pembengkakan kelenjar submaxillary/submandibular (40%), demam (36%), dan sakit tenggorokan (32%). Komplikasi termasuk ensefalitis dan orkitis dilaporkan pada 5% pasien (Carmody, 2009).

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Keluhan dan Gejala Penyakit
Gondong biasanya dimulai dengan dua hari ketidaknyamanan dan meningkatnya suhu. Yang diikuti oleh perasaan tidak nyaman pada rahang, kemudian disertai dengan pembengkakan kelenjar parotis. Seringkali terjadi pembengkakan yang tidak merata, satu sisi wajah dahulu sebelum sisi yang lainnya. Suhu tubuh akan naik menjadi 40°C dan bengkaknya terasa nyeri. Penderita akan mengalami rasa sakit saat membuka mulut. Dalam kasus ringan, pembengkakan mungkin hanya berlangsung selama tiga hingga empat hari, namun dapat berlangsung selama satu minggu atau lebih (Pillinger, 2008).
Penyakit gondong atau mumps ini dapat menyebabkan komplikasi yang melibatkan organ-organ lain. Komplikasi yang dapat terjadi yaitu :
• Orchitis, dalam kasus gondong pada laki-laki remaja dan dewasa dengan rata-rata usia 15-29 tahun. Penyakit akan menginfeksi testis, menyebabkan demam tinggi yang terjadi pada akhir minggu pertama, yang disusul dengan bengkak dan nyeri pada testis. Kemandulan jarang terjadi dan orchitis ini berakhir dalam 4-6 hari (Wilson, 2001).
• Oophoritis, yaitu peradangan pada ovarium. Namun tidak menyebabkan kemandulan.
• Pancreatitis, yaitu peradangan pada pankreas, tetapi jarang terjadi.
• Meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak atau sumsum tulang belakang. Terjadi pada sekitar 15% penderita dan mungkin muncul 3-10 hari setelah terkena gondong, dan dalam kaitannya dengan gondong biasanya ringan. Gejala meningitis yaitu keengganan terhadap cahaya terang, leher kaku dan kemungkinan penderita muntah (Pillinger, 2008).

3.2. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik
Pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan kelenjar parotis. Tetapi jika meragukan diagnosis, dapat dilakukan tes air liur (saliva), atau darah dan juga dapat digunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan adanya virus Paramyxovirus (Anonim, 2010).

3.3. Etiologi
Virus penyakit mumps adalah 150 nm paramyxovirus. Terdiri atas RNA rantai tunggal yang berisi suatu helik nukleokapsid. Amplop viral berisi hemolisin, hemaglutinin, dan neuraminidase (Wilson, 2001).
Mumps adalah penyakit menular yang ditularkan melalui kontak dengan sekret pernapasan, seperti air liur dari orang yang terinfeksi. Saat penderitanya batuk atau bersin, maka dapat menularkan ke orang lain. Mumps atau gondong ini juga dapat menyebar dengan berbagi makanan dan minuman. Virus paramyxovirus menyebar 1 hari sebelum gejala dan berlanjut menyebar selama 9 hari setelah gejala parotitis. Masa inkubasi penyakit ini adalah 14-25 hari tetapi biasanya 16-18 hari (Anonim, 2010).

3.4. Cara Pencegahan
Vaksinasi gondong merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin gondong biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan measles dan rubella (MMR), yang disuntikkan melalui otot paha atau lengan atas.
Vaksin MMR diberikan secara kombinasi dan dipisahkan sekurang-kurangnya 28 hari. Dosis pertama diberikan pada usia antara 12 dan 15 bulan, dosis yang kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Jika dosis yang kedua ini lupa diberikan pada usia tersebut, dapat diberikan sebelum usia 12 tahun (Wilson, 2001).
Vaksin MMR adalah cara terbaik untuk mencegah gondong. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah gondong adalah :
• mencuci tangan dengan baik dan menggunakan sabun
• mengajarkan pola hidup bersih kepada anak
• tidak membagi peralatan makan
• membersihkan permukaan meja, gagang pintu, mainan yang sering disentuh secara teratur dengan menggunakan sabun dan air, atau dengan menggunakan tisu pembersih

3.5. Cara Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk gondong. Demam dapat dikurangi dengan pemberian acetaminophen/paracetamol (thylenol). Aspirin tidak diberikan karena ada kemungkinan Syndrom Reye (Anonim, 2010).

3.6. Rehabilitasi
Virus ini menyebar 1 hari sebelum gejala dan berlanjut menyebar selama 9 hari setelah gejala parotitis. Pengisolasian harus terjaga, anak-anak tidak bersekolah sementara dan perawatan selama periode ini (Wilson, 2001).
Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat di tempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres es pada area testis yang membengkak tersebut, kompres juga pada bagian rahang. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus pada organ pankreas (pankreatitis), yang menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.
Penyakit gondong sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondong sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak (Anonim, 2010).

3.7. Prognosis
Kematian sangat jarang terjadi. Penyakit ini adalah self limiting disease dan hasilnya bagus walaupun dapat melibatkan organ-organ lain (Anonim, 2010).

BAB IV
PENUTUP

Mumps atau gondong disebabkan oleh paramyxovirus. Sebelum vaksin sekitar 50% anak-anak mengalami gondong. Sekitar 200.000 kasus yang dilaporkan pada tahun 1964 sebelum pengenalan vaksin dibandingkan dengan 291 kasus pada tahun 2005. Gejala yang terjadi pada penyakit Mumps adalah meningkatnya suhu tubuh dan rasa ketidaknyamanan pada rahang, kemudian disertai dengan pembengkakan kelenjar parotis. Seringkali terjadi pembengkakan yang tidak merata, satu sisi wajah dahulu sebelum sisi yang lainnya. Suhu tubuh akan naik menjadi 40°C dan bengkaknya terasa nyeri.
Komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini adalah Orchitis, Oophoritis, Pancreatitis, serta Meningitis. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untu memastikan terinfeksi penyakit ini adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan air liur (saliva), atau darah dan juga dapat digunakan PCR (Polymerase Chain Reaction). Mumps adalah penyakit menular yang ditularkan melalui kontak dengan sekret pernapasan, seperti air liur dari orang yang terinfeksi. Virus paramyxovirus menyebar 1 hari sebelum gejala dan berlanjut menyebar selama 9 hari setelah gejala parotitis. Masa inkubasi penyakit ini adalah 14-25 hari tetapi biasanya 16-18 hari.
Pencegahan penyakit gondong yang terbaik adalah dengan vaksin yang biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan measles dan rubella (MMR). Cara lain yang dapat dilakukan yaitu : mencuci tangan dengan baik dan menggunakan sabun, mengajarkan pola hidup bersih kepada anak, tidak membagi peralatan makan, membersihkan permukaan meja, gagang pintu, mainan yang sering disentuh secara teratur dengan menggunakan sabun dan air, atau dengan menggunakan tisu pembersih. Tidak ada pengobatan khusus untuk gondong. Demam dapat dikurangi dengan pemberian acetaminophen/paracetamol (thylenol).
Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres es pada area testis yang membengkak tersebut, kompres juga pada bagian rahang. Penyakit gondong sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondong sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak. Kematian sangat jarang terjadi. Penyakit ini adalah self limiting disease dan hasilnya bagus walaupun dapat melibatkan organ-organ lain

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Mumps. http://en.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 6 Maret 2010.
Carmody, Kristin A. 2009. Mumps. http://www.medscape.com. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
Pillinger, John. 2008. Mumps. http://www.netdoctor.co.uk. Diakses pada tanggal 18 Maret 2010.
Wilson, Walter R and Merle A Sande. 2001. Current Diagnosis and Treatment in Infectious Disease. USA : the McGraw-Hill Companies, Inc.

Related Sites

Orchitis - cakmoki Blog | sharing informatika kedokteran ...

Orchitis - cakmoki Blog | sharing informatika kedokteran ...: Sugeng siang Cak… Nanya dongs.. Saya & suami kebetulan sdh 6 th menikah, tp blm dikaruniai anak. Pernah baca masalah orchitis ini, teritama dr Mumps ...

Sources : http://cakmoki86.wordpress.com/2010/12/03/orchitis/

Contoh MAKALAH - Yudhi'm Blog

Contoh MAKALAH - Yudhi'm Blog: Post a Comment. Informasi Pilihan Identitas: Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger. Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya ...

Sources : http://yudhim.blogspot.com/2008/01/contoh-makalah.html

Kumpulan Artikel Kesehatan Anak dr Widodo Judarwanto SpA ...

Kumpulan Artikel Kesehatan Anak dr Widodo Judarwanto SpA ...: “GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik ...

Sources : http://childrenclinic.wordpress.com/2010/08/02/kumpulan-artikel-kesehatan-anak-dr-widodo-judarwanto-spa/

Sistem pencernaan makanan pada manusia | Guru NgeBlog

Sistem pencernaan makanan pada manusia | Guru NgeBlog: Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan.

Sources : http://gurungeblog.com/2008/11/22/sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia/

BIOLOGI GONZAGA: BAKTERI MERUGIKAN

BIOLOGI GONZAGA: BAKTERI MERUGIKAN: Bakteri perusak makanan. Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin ...

Sources : http://biologigonz.blogspot.com/2011/02/bakteri-merugikan.html

Makalah Mumps ( gondong ) Responses

Leave a Reply