I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu cara memahami hakekat manusia adalah dengan pendekatan yang lebih mengarah kepada teori tentang kepribadian manusia. Dewasa ini telah banyak hasil yang dicapai oleh para ahli psikologi dalam usaha untuk menyusun teori kepribadian . Pembahasan tentang kepribadian ini berkaitan erat dengan perilaku manusia yang salah satu determinannya adalah motivasi.
Berdasarkan penggolongan determinan perilaku manusia itulah para ahli psikologi mengemukakan teori-teorinya tentang motivasi. Di antara teori motivasi yang dikemukakan adalah teori aktualisasi diri yang pertama kali dikemukakan oleh Carl Rogers dan kemudian dikembangkan oleh Abraham H. Maslow. Abraham H. Maslow ini dianggap sebagai tokoh madzhab ketiga dari aliran psikologi yang melakukan penelitan dengan cara meneliti orang-orang yang sehat sebagai obyeknya.
Diharapkan dengan teori ini kita sebagai perawat mampu mencapai konsep pendidikan humanistik yang bertujuan mengembangkan potensi-potensi manusia sehingga dapat mencapai aktualisasi diri. Pendidikan yang ideal adalah yang memberi kebebasan belajar sesuai keinginan, dapat dicapai oleh siapapun selama ia dapat memperbaiki dan belajar, dan memberikan kesempatan kepada siswa menemukan apa yang disukai dan diinginkannya. Tujuan pendidikan adalah menemukan identitias diri sebagai dasar mencapai tujuan hidup. Maslow mendukung pendidikan yang bermoral dan mencela yang sebaliknya (value free education). Manusia supaya memiliki potensi yang baik dan makhluk bermartabat, bertanggung jawab, dan mampu merealisasikan potensi-potensinya sesuai dengan jati dirinya sehingga mencapai aktualisasi diri.
B. Tujuan
1. Untuk memahami hakikat manusia dengan pendekatan yang lebih mangarah pada teori tentang kepribadian manusia.
2. Untuk mengetahui sejarah Abraham Harlod Maslow.
3. Untuk mengetahui karya-karya maslaw dan analisis yang dikaitkan dengan implikasi pelayanan keperawatan.
C. Manfaat
1. Mahasiswa mampu memahami hakikat manusia dengan pendekatan yang lebih mangarah pada teori tentang kepribadian manusia.
2. Mahasiswa mampu mengetahui sejarah Abraham Harlod Maslow.
3. Mahasiswa dapat mengetahui karya-karya Maslaw dan analisis yang dikaitkan dengan implikasi pelayanan keperawatan.
4. Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori Maslaw dalam memberikan asuhan keperawatan.

II. PEMBAHASAN
A. Tinjauan Teori
Maslow menyebutkan bahwa psikologi humanistic ini sebagai “kekuatan ketiga” (a third force). Meskipun tokoh-tokoh psikologi humanistik memiliki pandangan yang berbeda-beda, tetapi mereka berpijak pada konsepsi fundamental yang sama mengenai manusia, yang berakar pada salah satu aliran filsafat modern, yaitu eksistensialisme. Manusia, menurut eksistensialisme adalah hal yang mengada-dalam dunia (being-in-the-world), dan menyadari penuh akan keberadaannya. Eksistensialisme menolak paham yang menempatkan manusia semata-mata sebagai hasil bawaan ataupun lingkungan. Sebaliknya, para filsuf eksistensialis percaya bahwa setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih tindakan, menentukan sendiri nasib atau wujud dari keberadaannya, serta bertanggung jawab atas pilihan dan keberadaannya.Oleh karena eksistensialisme menekankan pada anggapan bahwa manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab bagi tindakantindakannya, maka pandangan-pandangan eksistensialisme menarik bagi para ahli psikologi humanistik dan selanjutnya dijadikan landasan teori psikologi humanistik. Pokok-pokok teori psikologi humanistik yang dikembangkan oleh Maslow adalah sebagai berikut :
1. Prinsip holistik
Menurut Maslow, holisme menegaskan bahwa organisme selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan, dan apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain. Pandangan holistik dalam kepribadian, yang terpenting adalah :
a. Kepribadian normal ditandai dengan unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Organisasi adalah keadaan normal dan disorganisasai adalah keadaan patologis (sakit).
b. Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya, tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dalam isolasi.
c. Organisme memiliki suatu dorongan yang berkuasa, yaitu aktualisasi diri.
d. Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi organisme jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral.
e. Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna dari pada penelitian ekstensif terhadap banyak orang mengenai fungsi psikologis yang diisolasi.
2. Individu adalah penentu bagi tingkah laku dan pengalamannya sendiri. Manusia adalah agen yang sadar, bebas memilih atau menentukan setiap tindakannya. Dengan kata lain manusia adalah makhluk yang bebas dan bertanggung jawab.
3. Manusia tidak pernah diam, tetapi selalu dalam proses untuk menjadi sesuatu yang lain dari sebelumnya (becoming). Namun demikian perubahan tersebut membutuhkan persyaratan, yaitu adanya lingkungan yang bersifat mendukung.
4. Individu sebagai keseluruhan yang integral, khas, dan terorganisasi.
5. Manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik atau tepatnya netral. Kekuatan jahat atau merusak pada diri manusia merupakan hasil atau pengaruh dari lingkungan yang buruk, dan bukan merupakan bawaan.
6. Manusia memiliki potensi kreatif yang mengarahkan manusia kepada pengekspresian dirinya menjadi orang yang memiliki kemampuan atau keistimewaan dalam bidang tertentu.
7. Self-fulfillment merupakan tema utama dalam hidup manusia.
8. Manusia memiliki bermacam-macam kebutuhan yang secara hirarki dibedakan menjadi sebagai berikut :

a. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
Terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh yang relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan yang paling penting karena merupakan kebutuhan dasar manusia.
b. Kebutuhan akan rasa aman (the safety and security needs)
Ketika semua kebutuhan fisiologis telah terpenuhi maka kebutuhan akan rasa keamanan akan dibutuhkan. Pada orang dewasa, saat situasi yang normal mereka hanya memiliki sedikit kesadaran tentang kebutuhan keamanan mereka, tetapi jika dalam keadaan yang darurat atau periode disorganisasi pada struktur sosial (seperti adanya kerusuhan yang meluas) maka tingkat kebutuhan rasa aman akan menjadi tinggi. Sedangkan pada anak-anak, mereka sering menampilkan tanda-tanda perasaan tidak aman sehingga mereka membutuhkan tingkat keamanan yang lebih.
c. Kebutuhan akan cinta dan memiliki (the love and belonging needs)
Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis telah terpenuhi, maka kelas berikutnya adalah kebutuhan untuk dicinta, kasih sayang dan belongingness. Maslow menyatakan bahwa sebenarnya semua orang berusaha untuk mengatasi dirinya dari perasaan kesepian dan keterasingan. Hal ini melibatkan dua hal yang saling terkait yaitu memberi dan menerima cinta, kasih sayang dan rasa memiliki.
d. Kebutuhan akan harga diri (the esteem needs)
Ketika kebutuhan kelas tiga terpenuhi, maka kebutuhan untuk harga diri akan menjadi sesuatu yang penting. Hal ini melibatkan kebutuhan untuk harga diri dan penghargaan yang didapat dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk mendapatkan tingkat harga diri yang baik, dan mendapatkan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, maka seseorang akan merasa percaya diri dan memiliki tingkat harga diri yang baik. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka orang itu akan merasa rendah diri, lemah, tidak berdaya dan tidak berharga.
e. Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Ketika semua kebutuhan di atas telah terpenuhi, setelah itu kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri. Maslow describes self-actualization as a person’s need to be and do that which the person was “born to do.” Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagaimana tujuan seseorang setelah dilahirkan seperti musisi harus membuat musik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis. Kebutuhan ini bisa membuat diri mereka merasa ada dalam tanda-tanda kegelisahan yang membuat mereka merasa tegang dan merasakan adanya sesuatu yang kurang.

Ciri Kepribadian yang Matang
Mengenai kepribadian yang matang, Abraham Maslow dengan teori humanistiknya yang berorientasi holistic dan fenomenologis. Orientasi holistic memiliki pandangan bahwa manusia merupakan suatu organism yang utuh dan tingkah laku manusia tidak dapat dijelaskan semata-mata berdasarkan aktivitas bagian-bagiannya. Orientasi fenomenologis menekankan pentingnya cara individu mempersepsikan dan mengalami dirinya serta dunia sekelilingnya. Abraham maslow menyatakan bahwa :
1. Individu yang berkepribadian matang memiliki kemampuan menerima diri sendiri, orang lain dan alam dunia ini tanpa perasaan malu atau bahkan suatu kebencian. Ia mampu mengapresiasikan diri terhadap kualitas-kualitas yang lebih baik, yang merupakan sarana untuk membangun kepribadiannya.
2. Didalam pribadi yang matang terdapat aktualisasi diri dan kemampuan efisiensi dalam menerima realita yang ada. Individu tersebut memiliki orientasi yang realistik. Ia mampu menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya. Dan didalam dirinya tidak terpikirkan adanya ketakutan pada hal-hal yang belum pernah dialaminya. Tetapi kepribadian yang belum matang biasanya menampakkan kebutuhan-kebutuhan yang ekstrim untuk memperoleh kepastian dan keselamatan dirinya.
3. Individu memiliki kesanggupan untuk bebas dan berdiri sendiri. Ia membutuhkan hak-hak perorangan dan kepuasan dirinya pada waktu ia beraktualisasi diri. Hubungan persahabatannya dan kekeluargaannya bukan berbentuk satu hubungan keterpaksaan. Individu yang bersangkutan tidak memaksakan kehendak pada pihak lain. Dan ia memiliki variasi usaha yang cukup banyak.
4. Individu berkepribadian matang memiliki rasa social yang mendalam dan kesanggupan identifikasi. Ia memiliki afeksi dan simpati terhadap orang lain. Serta ia cukup berbelas kasih sesame mahluk hidup di dunia ini.
5. Individu berkepribadian matang memiliki banyak spontanitas dalam mengapresiasikan dunia dan kebudayaannya. Ia mampu mempergunakan waktu yang ia miliki dengan baik. Norma-norma konvensional yang ada di lingkungannya tidak menjadi beban yang berat bagi dirinya. Tetapi bahkan ia mampu dengan mudah untuk memperoleh puncak-puncak pengalaman dari kehidupan ini .
6. Individu berkepribadian matang memiliki kesegaran apresiasi yang terus-menerus terhadap sesamanya dalam pengertian tidak kaku dan monoton, serta tidak bersikap stereotip. Ia cukup bersikap spontan dan berdaya respon yang cukup sehat bila berhadapan dengan kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman yang baru bagi dirinya.
7. Dalam memecahkan berbagai problem, ia tidak egois atau memusatkan pada diri sendiri, akan tetapi lebih suka memusatkan perhatian dan usahanya dengan cara yang efektif. Ada ketabahan dan keuletan dalam menjalankan tugas-tugasnya.
8. Ada keinginan untuk memiliki kebebasan dan otonomi diri. Ia memiliki kebebasan terhadap lingkungan dan kebudayaaan dimana ia berada. Ada kesanggupan untuk mengejar atau melepas satu cita-cita yang didewakan. Di dalam proses perkembangan kepribadiannya yang fundamentil, ia tidak terganggu oleh keadaan-keadaan yang kritis, selain itu ia tidak pula berdasarkan pada sikap mencari muka didepan orang lain.
9. Cakrawala kehidupan tidak terbatas, sehingga ia mampu menerima realitas dunia dengan apa adanya. Ia percaya terhadap hal-hal mistis secara mendalam tetapi tidak melakukannya, dan memiliki kepercayaan serta pengalaman keagamaan yang mendalam dan matang.
10. Dalam menjalin relasi-sosial ia cukup selektif yaitu secara cukup hati-hati dalam memilih relasi-sosial. Akan tetapi ia bersifat cukup akrab dan mendalam, penuh kasih sayang, serta tidak terlalu banyak menampilkan diri sendiri atau ego dirinya. Di dalam batinnya tidak banyak mengalami konflik dan ia sangat kuat dalam mengidentifikasi terhadap sesame manusia.
11. Individu berkepribadian matang memiliki kesadaran humor yang filsafi, tidak memiliki sikap bermusuhan terhadap orang lain, dan ada kesanggupan untuk bersendagurau dalam batas-batas tertentu. Dari pemikiran-pemikiran filosofinya yang mengandung unsure humor, ia mampu menampilkan diri lebih banyak senyum ramah dari pada tertawa ria, yang secara intrinsic sesuai situasi pada saat itu. Secara spontan ia mampu berpikir filsafi dan humor, memang karena tidak dibuat-buat dan tidak direncanakan. Spontanitas berpikir filsafi dan humor ini akan menampakkan kesegaran yang tidak bisa diulangi lagi.
12. Ia cukup memiliki kepastian ethis, karena dapat membedakan tujuan yang hendak dicapai, dengan sarana yang merupakan alat untuk mencapai tujuan tersebut. Ia memiliki keteguhan untuk berpegang pada tujuan akhir yang hendak dicapainya. Serta cukup meyakini perjuangannya sebagai satu kebenaran dan hak pribadi.
13. Individu berkepribadian matang cukup memiliki kreativitas, ada kesanggupan-kesanggupan yang tidak terbatas untuk menciptakan pikiran- pikiran dan aktivitas-aktivitas baru yang bermanfaat.
14. Didalam struktur karakter, nilai-nilai dan sikapnya cukup demokratis. Ia mampu menghargai setiap orang diluar dirinya, karena ia telah memahami hakekat diri sendiri sebagai individu yang serba kurang lengkap.

B. Sejarah Hidup Abraham Maslow
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York dalam tahun 1908.Bapanya bernama Samuel Maslow dan ibunya bernama Rose . Abraham Harold Maslow lebih menyayangi bapanya dari ibunya .Maslow menganggap ibunya seorang yang amat kuat beragama dan kadangkalanya membuat dirinya serba salah. Ibunya sering membandingkan Maslow dengan adik-adiknya yang lain, dan lebih menyayangi mereka daripada Maslow .Maslow juga sering dihina oleh ibunya .Pada zahirnya Maslow pernah menyatakan rasa marah dan benci ke atas ibunya. Semasa ibunya meninggal dunia .Maslow enggan menghadiri upacara pemakaman ibunya. Maslow amat menyayangi bapanya Samuel .Maslow sering dianggap sebagai anak bapa dan bukannya anak ibu .Beliau sering mengaggap bapanya sebagai kawan.
Abraham Maslow mendapat ijazah pertama dan PhD dari Universiti Wisconsin dalam tahun 1934 .Selepas mendapat ijazah doktor falsafah ,beliau bekerja di Brooklyn College (1937-1951) .Dalam tahun 1951,beliau meneruskan kerjayanya di bidang akademik di Universiti Brandeis Massachusetts . disitu dia bertemu Kurt Goldstein, yang memberi ide atau pikiran tentang aktualisasi diri dalam bukunya yang terkenal, The Organism (1934). Disini juga dia memulai mengenalkan psikologi humanistik – sesuatu yang besar yang lebih penting untuk dia yaitu teori yang dibuatnya.Beliau pernah dilantik sebagai Pengerusi jabatan Psikologi selama 10 tahun di Universiti yang sama .Sepanjang kerjayanya ,beliau banyak menghasilkan artikel-artikel berkaitan dengan perasaan dirinya sendiri ,pandangan terhadap insan juga perasaan atas kesihatan dirinya.
Maslow mendapat kedudukan dari departemen psikologi di Branders dari 1951 sampai 1969. Maslow menikah pada tahun 1928 dengan Bertha ,dan beliau telah meninggal dunia disuisa akibat penyakit serangan jantung.
kolejkamunting.multiply.com/journal/item/5
C. Karya Yang Di Hasilkan Dalam Bidang Psikologi
Teori yang paling terkenal adalah Maslow’s theory of human motivation (teori Maslow mengenai motivasi manusia). Dalam teori ini, Maslow menolak aliran behaviorisme dan psikoanalisis Amerika yang dominan, yang menyajikan satu konsep yang terlalu sempit mengenai manusia, dan memperjuangkan satu kekuatan ketiga dalam psikologi yaitu psikologi humanism yang kadang disebut juga mashab ketiga. Konsep Maslow mengenai humanism berhubungan erat dengan motif-motif manusiawi yang lebih tinggi yaitu kebutuhan untuk realisasi diri, kebutuhan untuk bisa mengetahui dan memahami serha kebutuhan estetis. Semua kebutuhan yang akan kita singgung satu persatu itu, muncul dari satu pemahaman dan keyakinan yang kuat dari Maslow tentang hakikat manusia. Ia mempunyai keyakinan bahwa manusia pada dasarnya baik, dan punya kreativitas tinggi, sedangkan kehilangan kreativitas dan kejahatan yang ada pada manusia merupakan pengaruh lingkungan yang buruk. Karena itu, ia menganjurkan supaya manusia dipelajari secara keseluruhan dan integral, atau secara holistik. Semua hal yang dipikirkan Maslow, dicirikan secara khas oleh kebutuhan yang berlimpah-limpah sebagai kontras dengan kebutuhan defisiensi, yang muncul dari motif fisologis dan perasaan ketidakamanan, rasa ketidakpastian, dan rasa keterasingan. Sedangkan buku yang dihasilkan oleh maslow adalah:
1. Toward a Psychology of Being (1962)
2. Religions, Values, and Peak-Experiences (1964)
3. Eupsychian Management: A Journal (1965)
4. The Psychology of Science: Reconnaissance (1966)
5. Motivation and Personality (1970, 2d edition)
6. The Further Reaches of Human Nature (1971, suatu kumpulan dari artikel-artiker yang baru dipublikasikan Maslow dibeberapa journal psikologi)
7. Abraham H. Maslow: A Memorial Volume (1972, satu volume buku yang dikumpulkan dan diterbitkan oleh para pengikutnya bersama istrinya).

D. Analisis Teori Dikaitkan Dengan Implikasi Dalam Pelayanan Keperawatan
Dalam hal ini kaitan antara teori Maslow dengan pelayanan kesehatan hubungannya erat sekali sebab, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Semua orang ingin merasa dihargai, ingin dilayani, ingin mendapatkan kedudukan yang sama di mata masyarakat. Oleh karena itu, hendaklah petugas pelayanan kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan kebutuhan manusia yang disusun berdasarkan hirarki Maslaw. Dalam pelayanan kesehatan seorang tenaga kesehatan wajib mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan dalam kedudukannya begitu juga msyarakat yang dirawat oleh para tenaga kesehatan di dalam instansi kesehatan berhak mendapkan jaminan keamanan dan keselamatan dari petugas kesehatan. Pelayanan kesehatan sepertinya sering tidak sebanding dengan mahalnya biaya yang dikeluarkan. Rumah sakit terkadang tidak melayani pasien dengan baik dan ramah. Dokter terkadang melakukan diagnosis yang cenderung asal-asalan. Belum lagi perawat di rumah sakit sering malas-malasan jika bekerja. Dalam hal ini, dokter dan semua ptugas kesehatan dalam dunia kesehatan harus lebih peduli terhadap masyarakat.
Aspek-aspek sosial haruslah dijunjung tinggi bukan hanya aspek finansial yang mendapatkan porsi perhatian secara lebih. Begitu juga dengan masyarakat harus bersinergi dengan pelayan kesehatan tersebut dengan menghargai dan melakukan respon yang positif terhadap posisi mereka sebagai pelayan masyarakat. Hal ini memang terkesan teoritis tetapi perlu disadari bahwa perubahan itu tidak bias dilakukan secara tiba-tiba. Melainkan membutuhkan proses yang lama dan melelahkan. Perubahan arah kebijakan bangsa akan pelayanan kesehatan harus dimulai dari diri sendiri.Contohnya saja, seorang perawat harus menjunjung tinggi kode etik seorang perawat dan melayani masyarakat dengan penuh kesantunan.

Tantangan bagi pemerintahan yang akan datang ialah bagaimana untuk dapat terus meningkatkan keadaan kesehatan sambil merestrukturisasi dan mereformasi sistem kesehatan di era desentralisasi ini. Tugas yang paling penting ialah memberikan perhatian lebih kepada kondisi kesehatan utama, meningkatkan kelayakan kondisi kesehatan serta pemanfaatan sistem kesehatan, melibatkan peran swasta, mengevaluasi ulang mekanisme pendanaan kesehatan dan melaksanakan desentralisasi, termasuk juga menyangkut isu tenaga kesehatan.

III. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Teori maslow merupakan teori humanistic, yakni teori yang memandang manusia sebagai kesatuan utuh memiliki beberapa kebutuhan yang disusun berdasarkan hirarki Maslow
2. Kebutuhan pokok manusia berdasarkan hirarki maslow adalah Kebutuhan Aktualisasi Diri, Kebutuhan akan Harga Diri, Kebutuhan akan Cinta dan Rasa Memiliki, Kebutuhan Rasa Aman, dan Kebutuhan Fisik.
3. Implikasi keperawatan teori maslow adalah dengan cara memandang manusia secara holistic dalam memberikan asuhan keperawatannya.

B. Saran
Hendaklah perawat maupun petugas pelayanan kesehatan lainnya memberikan pelayanan kesehatan dengan memandang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh atau holistic agar klien mendapat suatu kepuasan dalam pelayanan kesehatan.
Daftar Pustaka
Koeswara, E.1991.Teori-teori Kepribadian, Bandung:PT.Eresco
Naisaban Ladislaus. 2004. Para Psikolog Terkemuka Di Dunia ( Riwayat Hidup, Pokok Pikiran, Karya). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indo
Potter dan Perry. 1999. Fundamental Keperawatan Volume 1. Jakarta: EGC
Sarwono W. S., 2000. Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi. Jakarta: PT Bulan Bintang

Related Sites

Kota Marudu.Blog DUNIA PENDIDIKAN (Tugas rasmi guru ...

Kota Marudu.Blog DUNIA PENDIDIKAN (Tugas rasmi guru ...: Bertemu kembali. Lihat kembali topik yang dibincangkan pada bulan Mei 2010. Fokus perbincangan dan topik yang saya kemukakan sebenarnya masih lagi berkisar pada Tugas ...

Sources : http://wwwcikgusktimbangbatu.blogspot.com/

XGames Download jocuri torrent 2013 - Home page

XGames Download jocuri torrent 2013 - Home page:

Sources : http://gamestorrent.lkteam.ro/

DEFINISI MOTIVASI KERJA | TEORI-ONLINE

DEFINISI MOTIVASI KERJA | TEORI-ONLINE: pak,, saya sedang membuat proposal penelitian tentang ” pengaruh tunjangan kinerja daerah terhadap motivasi kerja pns” 1. dalam landasan teori apa ...

Sources : http://teorionline.wordpress.com/2010/01/25/definisi-motivasi-kerja/

TEORI KEPRIBADIAN | Sincerity

TEORI KEPRIBADIAN | Sincerity: TEORI KEPRIBADIAN 29/04/2009 Posted by ebekunt in Psikologi. trackback. Oleh: Kuntjojo. A. Pengertian Teori Kepribadian. Teori merupakan salah satu unsur ...

Sources : http://ebekunt.wordpress.com/2009/04/29/teori-kepribadian/

Abraham Maslow - Wikipedia, the free encyclopedia

Abraham Maslow - Wikipedia, the free encyclopedia: Berger, Kathleen Stassen (1983). The Developing Person through the Life Span. Goble, F. (1970). The Third Force: The Psychology of Abraham Maslow.

Sources : http://en.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow

tugas Teori Maslow Responses

Leave a Reply