BAB I
PENDAHULUAN
Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Gumawan Achmad seorang ginekolog (Kompas, 2001) menyatakan bahwa dua pertiga dari penderita kanker di dunia berada di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu, Siti Fadilah Supari (2005), menyatakan bahwa kanker telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Begitu pula dalam sambutannya ketika membuka Temu Ilmiah Dokter Bedah Onkologi Indonesia ke-1 (1stInternational Scientific Meeting di Indonesi Society of SurgicalOncologyst/ISSO), beliau menyatakan bahwa jumlah pasien kanker di Indonesia mencapai 6% dari 200 juta lebih penduduk Indonesia (Media Indonesia, 2005). Bahkan telah diperkirakan bahwa menjelang permulaan abad ke-21, peta penyakit di Indonesia akan mendekati peta penyakit di negara maju dimana penyakit kanker berada padaurutan ketiga penyebab terjadinya kematian setelah penyakitkardiovaskuler dan kecelakaan (Tambunan, 1995 dalam Lumungga 2009).
Di Amerika Serikat, lebih dari 450.000 orang meninggal dunia setiap tahun karena penyakit kanker. Sekitar 70-90% dari penyakit kanker tersebut berkaitan dengan lingkungan dan gaya hidup (life style). Kurang Iebih 30% dari kematian tersebut karena rokok. Faktor-faktor keturunan (genetik), radiasi, polusi dan eksposur lainnya memberikan kontribusi 45.000-90.000 kematian. Dari seluruh penyakit kanker yang disebabkan faktor lingkungan, sekitar 40-60% berhubungan dengan faktor gizi. Dalam tahun 1984, 22% dari seluruh kematian di Amerika Serikat, disebabkan karena kanker. Dan 965.000 kasus baru yang didiagnosis menderita kanker, 483.000 di antaranya meninggal dunia. Diperkirakan 60-70% kanker disebabkan karena faktor lingkungan, terutama makanan dan rokok (Sudiman, 1991).
Oleh karena sangat pesatnya pertambahan penderita kanker, sangat penting bagi masyarakat untuk menghindari penyakit kanker dengan mengetahui faktor-faktor penyebabkanker dan melakukan tindakan pencegahan agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya dengan salah satu caranya yaitu melakukan diit kanker.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Kanker
Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan di sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya, sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya (Mangan, 2009).
Kanker adalah suatu jenis penyakit berupa pertumbuhan jaringan yang tidak terkendali kerena hilangnya mekanisme kontrol sel sehingga pertumbuhan menjadi tidak normal. Penyakit ini dapat menyerang semua bagian organ tubuh. Baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Akan tetapi, lebih sering menyerang orang yang berusia 40 tahun (Uripi, 2002).
B. Penyebab Kanker
Dalam Lumungga (2009) ada empat faktor utama penyebab kanker seperti lingkungan, makanan, biologis dan psikologis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai keempat faktor penyebab kanker tersebut, yaitu:
1. Lingkungan
a. Bahan kimia
Zat yang terdapat pada asap rokok yang dapat menyebabkankanker paru pada perokok aktif dan perokok pasif (orang yang bukanperokok atau tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalamjangka waktu yang lama. Bahan kimia untuk industri serta asap yangmengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinanseorang pekerja industri menderita kanker (Family’s Doctor, 2006).
b. Penyinaran yang berlebihan
Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau radiasi dapat menimbulkan kanker kulit dan leukimia (Family’s Doctor, 2006).
c. Merokok
Perlu diketahui bahwa rokok putihbertanggung jawab 90% dari semua kasus kanker paru-paru yangmenjadi penyebab utama kematian baik dari wanita daripada pria.Setiap kali merokok maka akan menghirup sedikitnya 60 zatkarsinogen yang dapat menyebabkan kanker.
d. Polusi udara
Menurut Chen Zichou (www.antara.co.id) seorang ahli InstitutPenelitian Kanker mengatakan, penyebab utama meningkatnyajumlah kanker di China disebabkan polusi udara, lingkungan, kondisiair yang kian hari kian memburuk. Banyak perusahaan kimia danindustri yang membuang limbahnya kesungai dengan mudah. Hal inimenyebabkan air yang ada di sungai terkontaminasi oleh limbah yangberasal dari perusahaan-perusahaan yang ada disekitar sungai.Akibatnya air yang terkontaminasi tersebut secara langsung berakibatterhadap tumbuh-tumbuhan dan makanan.
2. Makanan
Para ilmuwan mendapatkan bahwa makanan-makanantertentu adalah sumber kanker. Makanan-makanan tersebut menjadisumber kanker oleh sebab adanya zat-zat kimia tertentu. Makananyang dapat menyebabkan kanker adalah:
a. Daging yang mengandung hormon sex buatan (DES orDiethylstilbestrol).
b. Bahanpemanis buatan seperti biang Gula dan saccharin.
c. Nitrosamines pada bahan-bahan pengawet buatan, dan bahanpewarna buatan, yang umumnya dipakai dalam produk daging,yang telah diproses dan juga banyak dalam produk makanankaleng.
d. Zat pewarna yang ada dalam makanan, minuman, kosmetik,maupun obat obatan.
e. Zat radioaktif yang sekarang ini terdapat hampir di seluruhbulatan bumi sebagai akibat dari percobaan bom atom sertapeledakan bom, yang masuk dalam tubuh manusia melaluimakanan, khususnya susu.
f. Kebanyakan makan garam.
g. Makanan yang sudah menjadi Tengik.
3. Biologi
a. Virus
Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan selnormal menjadi sel kanker (Family’s Doctor, 2006). Salah satu virusyang dapat menyebabkan kanker adalah virus HIV (humanimmunodefiency virus). Dimana virus HIV (human immunodefiencyvirus) ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya wanitayang terinfeksi virus HIV (human immunodefiency virus) akan rentanterhadap infeksi HPV (human papillomavirus). Hal ini dapat dilihatbahwa 90% kasus kanker serviks disebabkan karena adanya infeksiHPV (human papillomavirus) (Gale dan Cahrette, 1995). Jenis virusini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik (Family’sDoctor, 2006).
b. Hormon
Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria) (Family’s Doctor,2006).
c. Keturunan
Sejumlah penelitian menemukan bahwa sekitar 5% dari kasus kanker diakibatkan oleh faktor keturunan. Sebab ada orang yangterlahir dengan DNA rusak yang diturunkan salah satu orang tuamereka sehingga mereka memiliki resiko yang tinggi untuk terkenakanker. Faktor keturunan ini memang susah untuk dihindari. Tetapisejauh apa peranan gen yang abnormal masih belum diketahui(Misky, 2005).
C. Gejala Kanker
Pada stadium dini, kanker biasanya belum menimbulkan keluhan atau rasa sakit. Biasanya penderita menyadari bahwa tubuhnya telah terserang kanker ketika sudah timbul rasa sakit, padahal saat ada keluhan tersebut kanker sudah memasuki stadium lebih lanjut. Pengenalan gejala kanker harus dilakukan sedini mungkin, meskipun tidak ada rasa gangguan atau rasa sakit. Dengan mengetahui serangan kanker yang masih dalam stadium dini angka kesembuhan semakin besar. Pengenalan gejala kanker dapat dilakukan sendiri dengan cara WASPADA yang merupakan kependekan dari istilah-istilah sebagai berikut:
W = Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau terganggu.
A = Alat pencernaan terganggu dan susah menelan.
S = Suara serak dan batuk yang tidak kunjung sembuh.
P = Payudara atau ditempat lain ada benjolan.
A = Andeng-andeng atau tahi lalat berubah sifat, menjadi semakin besar dan gatal.
D = Darah atau lendir yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh.(Mangan, 2009).
D. Pencegahan Kanker
Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup karena dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhi faktor risiko terserang kanker. Berikut beberapa cara pencegahan kanker secara dini :
1. Hindari makanan tinggi lemak, makanan instan yang mengandung bahan pewarna dan bahan pengawet, serta makanlah makanan dengan gizi seimbang.
2. Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang bukan suami atau istri sendiri, atau berganti-ganti pasangan.
3. Hindari asap rokok atau berhentilah merokok.
4. Hindari stress dan konflik yang berkepanjangan.
5. Hindari terkena sinar matahari yang berlebihan.
6. Periksakan kesehatan secara berkala.
7. Minumlah air murni yang sudah melaui proses penyaringan misalnya proses penyaringan reverse osmosis (RO).
8. Hindari terapi hormon sintesis.
9. Hindari penggunaan hormone sintesis saat KB dalam jangka waktu lama.
10. Rutin mengonsumsi vitamin A, C, E, B kompleks, dan suplemen yang bersifat antioksidan, peningkat daya tahan tubuh, dan pembuang racun. Misalnya, rutin mengonsumsi klorofil (Mangan, 2009).
E. Pengobatan
Beberapa pengobatan atau terapi untuk pengidap kanker dapat diberikan sebagai berikut :
1. Pembedahan
Pembedahan telah lama menjadi pengobatan untuk kanker, dimana catatan pertama pengangkatan payudara karena kanker terjadi pada tahun 200 M. pembedahan memberikan peluang yang lebih baik bagi penyembuhan kanker apabila dilakukan pada tumor padat yang berbatas tegas. Tumor yang telah bermetastasis dapat diterapi dengan pembedahan untuk menghilangkan rasa nyeri pasien akibat tumor yang menekan saraf di sekitarnya. Pembedahan juga digunakan untuk mengeksis bagian mayor dari tumor, yang mengurangi beban tumor dan meningkatkan respons terhadap kemoterapi atau radioterapi (Corwin, 2008).
2. Terapi Radiasi
Terapi radiasi menggunakan ionisasi untuk membunuh sel tumor. Radiasi bekerja berdasarkan prinsip bahwa sel yang paling rentan terhadap efek perusak dari radiasi adalah sel-sel yang berada pada stadium S atau M siklus sel. Sel tumor paling cenderung ditemukan dalam setiap stadium tersebut. Sayangnya, setiap saat banyak sel normal juga berada pada stadium tersebut dan dapat terbunuh akibat terapi radiasi. Dahulu, radiasi dianggap dapat embunuh hanya sel kanker dengan secara langsung merusak DNA. Akan tetapi, pemahaman lebih baik mengenai gen penekan tumor telah merevisi konsensus tentang bagaimana radiasi membunuh sel. Tampak bahwa radiasi membunuh sel dengan mengubah DNA yang cukup mengerem siklus sel, terutama dengan mengaktifkan protein p53 dan protein ras yang menyebabkan sel bunuh diri sel. Sayangnya, sel kanker sering kali telah menginaktifkan gen pengerem normal sehingga sel tersebut tidak mengalami apoptosis ketika terjadi kerusakan DNA. Hal ini membatasi kegunaan terapi radiasi. Keterbatasan lain dari terapi ini adalah terbentuknya jaringan parut yang mengarah pada fibrosis dan penurunan fungsi organ. Bagi beberapa kanker, sebagai contoh, limfoma Hodgkin, radiasi dapat digunakan secara tunggal untuk tujuan paliatif. Radiasi seringkali digunakan sebagai tindakan tambahan pada pembedahan, atau untuk memperkecil ukuran tumor sehingga mengurangi beban tumor (Corwin, 2008).
3. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan dari berbagai kelas berbeda untuk menghancurkan sel-sel yang berada pada stadium S, M, atau G awal siklus sel. Tumor tumbuh secara cepat sehingga banyak memiliki sel yang sedang bereplikasi dan membelah dan karenanya paling rentan terhadap kemoterapi. Akan tetapi, sel sehat juga rentan terhadap efek merusak dari kemoterapi. Kemoterapi sering digunakan sebagai tambahan untuk pembedahan atau terapi radiasi, namun dapat pula digunakan secara tersendiri. Kemoterapi juga digunakan untuk tujuan paliatif. Kemoterapi biasanya menyebabkan penekanan atau supresi sumsum tulang, yang akhirnya menyebabkan keletihan, anemia, kecenderungan perdarahan, dan peningkatan risiko infeksi (Corwin, 2008).
4. Imunoterapi
Imunoterapi adalah bentuk terapi kanker yang baru diciptakan yang memanfaatkan dua sifat atau ciri utama dari sistem imun, spesifitas dan daya ingat. Imunoterapi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tumor dan memungkinkan pendeteksian semua tempat metastasis yang tersembunyi. Imunoterapi dapat merangsang system kekebalan pejamu agar berespons secara lebih agresif terhadap tumor, atau sel-sel tumor dapat diserang oleh antibody yang dibuat di laboratorium (Corwin, 2008).
Selain pengobatan secara medis yang telah disebutkan diatas, ada juga pengobatan secara herbal untuk mengobati penyakit kanker. Obat herbal adalah obat-obatan yang dibuat dari bahan tumbuhan, baik itu tumbuhan yang sudah dibudidayakan maupun tumbuhan liar. Obat herbal merupakan salah satu bagian dari obat tradisional. Dalam obat tradisional mencakup juga obat yang dibuat dari bahan hewan, mineral, atau gabungan dari bahan hewan, mineral, dan tumbuhan (Mangan, 2009).
Beberapa jenis tanaman obat mempunyai peran tersendiri dalam penyembuhan kanker. Peran tersebut antara lain sebagai sitostatika, imunomodulator, antineoplastik, anti-inflamasi, hepatoprotektor, dan analgesic. Saat ini, beberapa tanaman telah diformulasikan menjadi obat paten sebagai obat kanker. Misalnya sambiloto, buah pala, bidara upas, dan bidara laut telah diformulasikan menjadi obat kanker Karsinoma-1 untuk mengobati kanker, terutama kanker yang telah mengalami metastasis (Mangan, 2009).
Penggunaan obat herbal untuk mengobati kanker diaplikasikan pada hal-hal sebagai barikut :
1. Kanker yang terdiagnosis sejak dini
2. Kanker yang telah mendapatkan pembedahan
3. Diberikan sebagai pendukung radioterapi
4. Diberikan bersamaan dengan kemoterapi untuk mendapatkan efek aditif dan otensial, serta sebagai adjuvant (penawar) untuk mengurangi efek samping obat.
5. Sebagai kemopreventif bagi mereka yang berisiko tinggi terkena kanker (Mangan, 2009).
Tujuan terapai herbal untuk pengobatan kanker :
1. Menciptakan lingkungan yang tidak cocok untuk pertumbuhan kanker. Lingkungan tersebut sebagai berikut:
• Lingkungan tanpa karsinogen
• Lingkungan banyak oksigen
• Lingkungan dengan banyak mineral dan vitamin
2. Menghambat pertumbuhan sel kanker, hingga tua dan mati.
3. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan akibat kanker dengan tanaman obat yang dapat digunakan sebagai terapi paliatif (Mangan, 2009).
F. Diit Kanker
Makanan mempunyai peran penting bagi penderita kanker, sejak diagnosis, pelaksanaan pengobatan, sampai penyembuhan penyakit. Makanan mengandung unsure zat gizi penghasil energi yaitu karbohidrat, lemak dan protein, zat pengatur seperti vitamin, mineral, serta air. Pada penderita kanker kebutuhan gizi meningkat akibat proses keganasan dilain pihak, pengobatan, dan pembedahan, penyinaran, kemoterapi, maupun imunoterapi akan lebih berhasil dan berdaya guna jika penderita dalam keadaan status gizi baik (Urip, 2002).
Umumnya, penderita kanker membutuhkan diet tinggi kalori dan protein (TKTP). Zeeman (1991), mengestimasi energi yang dibutuhkan itu sebesar 2000 kalori dan protein 90 – 100 g/hari kepada penderita dengan status gizi baik. Jumlah ini diperlukan untuk mempertahankan status gizinya. Pada keadaan gizi kurang untuk pemulihan dibutuhkan 4000 kalori dan protein 100 – 200 g/hari. Wilkes (2000), mengestimasikan jumlah energy yang dibutuhkan pada penderita kanker adalah 35-40 kalori/kg BB/hari dan protein 1,5 – 2,0 g/kg BB/hari menurut Pesagi (1999) pada diet TKTP diberikan protein 2 – 2,5 g/kg BB/hari (Urip, 2002).
• Contoh :
Berdasarkan estimasi Wilkes (2000), seorang penderita kanker dengan BB 50 kg dalam sehari membutuhkan :
Energi = 50 x 40 kalori = 2000 kalori
Protein = 50 x 20 g = 100 g
(Urip, 2002).
Selain kebutuhan gizi makro penghasilan energi, dibutuhkan juga zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup agar metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik. Cairan yang cukup juga harus diberikan untuk mengurangi efek toksik obat-obatan, serta mempercepat pengeluaran hasil pemecahan sel (Urip, 2002).
Contoh bahan makanan yang dikonsumsi oleh penderita kanker menurut Urip, 2002 :
BAB III
STUDI KASUS
A. Identitas Penderita
Nama : D.H.
Alamat : JalanX
Umur : 43 Th
Pekerjaan : PNS
B. Riwayat Penyakit
Ibu D.H menderita penyakit kanker pada usus besar yang sudah diderita selama kurang lebih satu tahun ini, gejala awalnya ibu D.H selalu merasa kesakitan pada perutnya, kemudian disertai dengan adanya darah yang berwarna merah kehitaman dan terdapat lendir pada saat buang air besar. Setelah melakukan pemeriksaan medis dengan USG serta Endoscopi pada bagian perutnya ternyata terdapat tumor yang letaknya 10 cm diatas dubur dan tumor tersebut termasuk kanker karena merupakan tumor ganas yang sudah stadium IV. Ibu D.H tidak tahu apa yang menyebabkan dia menderita penyakit kanker usus besar tersebut, dalam mengonsumsi makanan sehari-hari normal dan cenderung ibu D.H sangat memperhatikan konsumsi makanannya.
Pengobatan yang dilakukan ibu D.H selama ini adalah pengobatan herbal oleh dokter herbal tepatnya di Yogyakarta, setiap sebulan sekali ibu D.H memeriksakan ke dokter herbal tersebut. Selain itu, ibu D.H juga melakukan pemeriksaan ke dokter medis dan ibu D.H dianjurkan untuk operasi. Ibu D.H tidak mau melakukan operasi karena apabila dioperasi maka saluran dubur akan ditutup sehingga ibu D.H tidak dapat buang air besar selayaknya, melainkan dokter akan membuat saluran pembuangan pada bagian perut dengan menggunakan selang. Hal itu lah yang membuat ibu D.H tidak mau menjalankan operasi, sehingga ibu D.H saat ini hanya fokus terhadap pengobatan herbalnya., Ibu D.Hdianjurkan melakukan diet khusus yaitu dilarang makan makanan yang dibakar, makanan instan serta makanan yang mengandung ragi seperti tape, tahu, tempe.Ibu D.H mengalami susah makan, karena merasa pada saat makan merasa tidak enak.
BAB IV
PEMBAHASAN
Kanker usus besar–dubur (kolon-rektal) adalah kanker yang menyerang daerah usus besar samapai dengan dubur. Perkembangan kanker ini sangat lambat, sehingga sering diabaikan oleh penderita. Pada stadium dini, sering kali tidak ada keluhan dan tidak ada rasa sakit yang berat. Biasanya, penderita datang ke dokter setelah timbul rasa sakit yang berlebihan seudah pada stadium lanjut, sehingga sulit diobati. Kemungkinan terkena kanker usus besar-dubur antara pria dan wanita adalah sama besar. Di Indonesia, orang yang sering terserang kanker ini adalah mereka yang berusia sekitar 30 tahun dan sekitar 60 tahun. Meskipun demikian, kanker usus besar-dubur bisa mulai menyerang orang pada usia muda sampai usia lanjut (Mangan, 2003).
Gejala yang timbul pada stadium berbeda-beda. Gejala-gejala tersebut sebagai berikut :
1. Gejala stadium dini di antaranya berak yang bercampur darah dan lender (bloody stool), serta kebiasaan buang air besar yang berubah-ubah, kadang-kadang tinja sangat encer dan kadang-kadang sulit buang air besar.
2. Gejala saat stadium lanjut sebagai berikut :
• Perut terasa nyeri, kembung dan tegang
• Kadang-kadang jika diraba terasa adanya tonjolan pada perut
• Nafsu makan menurun
• Keluar darah dari dubur
• Tanda-tanda adanya penyempitan dan penyumbatan dari usus besar-dubur, seperti susah buang air besar (Mangan, 2003)
Kanker dapat menyebabkan pasien sulit untuk makan atau mencerna makanan. Hal ini biasa terjadi pada orang dengan kanker sistem pencernaan, mulut, atau tenggorokan.Responden disarankan untuk diet yaitu dilarang mengkonsumsi makanan instan, makanan yang dibakar, dan makanan yang mengandung ragi. Larangan makan-makanan yang dibakar, makanan instan atau junkfood serta makanan yang mengandung ragi seperti tape karena makanan-makanan tersebut mengandung zat karsinogenik yang erat kaitanya dengan kanker karena zat tersebut dapat memicu timbul atau tumbuhnya sel kanker.
Junkfood adalah makanan yang mengandung banyak lemak, gula, dan berkalori tinggi dengan kandungan nutrisi rendah serta sedikit serat. Gabungan semua itu sangat ‘mematikan’, karena jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan penyakit degeneratif seperti diabetes, sakit jantung, stroke, darah tinggi, kanker usus, kanker payudara, bahkan penuaan dini.Makanan berlemak dan makanan yang dibakar, kata dokter yang menjadi pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, akan mengeluarkan cairan empedu ehinEgam engiritasiusus, sehingga menyebabkan iritasi usus yang terus menerus dan membuat sel yang ada menjadi abnormal (Warta Kota, 2010).
DAFTAR PUSTAKA
Corwin, Elizabeth. 2007. Buku saku Patofisiologi, Ed.3. EGC. Jakarta
Hartono, Andri. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit, Ed.2. EGC. Jakarta
Lumungga. 2009. Dukungan Sosial pada Pasien Kanker, Perlukah?. USU Press. Medan.
Mangan, Y. 2003. Cara Bijak Menaklukkan Kanker. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.
Mangan, Y. 2009. Solusi Sehat Mencegah dan Mengatasi Kanker. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.
Sudiman, H. 1991. Faktor Gizi Pada Penyakit Kanker. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/08_FaktorGizipadaPenyakitKanker.pdf/08_FaktorGizipadaPenyakitKanker.pdf.Diakses tanggal 5 Maret 2011.
Uripi, V. 2002. Menu untuk Penderita Kanker. Puspa Swara. Jakarta.
Warta Kota. 2010. Sate dan Steak Pemicu Kanker Usus.http://www.roche.co.id/fmfiles/re7175008/Indonesian/media/liputan.media/farmasi/onkologi/11April2010_SatedanSteakPemicuKankerUsus_WartaKota.PDF. Diakses tanggal 5 Maret 2011.

Related Sites

♥ Anira Forever ♥: Makalah Obstruksi Usus Halus dan ...

♥ Anira Forever ♥: Makalah Obstruksi Usus Halus dan ...: Tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai penyakit obstruksi usus besar dan usus halus dan bagaimana cara melakukan ...

Sources : http://aanborneo.blogspot.com/2012/10/makalah-obstruksi-usus-halus-dan-usus.html

ARTIKEL KEBIDANAN: LILITAN TALI PUSAT

ARTIKEL KEBIDANAN: LILITAN TALI PUSAT: Sebenarnya lilitan tali pusat tidaklah terlalu membahayakan namun, menjadi bahaya ketika memasuki proses persalinan dan terjadi kontraksi rahim (mules) dan ...

Sources : http://ilmu-pasti-pengungkap-kebenaran.blogspot.com/2011/11/lilitan-tali-pusat.html

Masalah Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini serta ...

Masalah Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini serta ...: thanks ya artikelnya, paling suka deh baca2 artikel kaya begini jadi bisa nambah ilmu untuk dapet pengetahuan baru. memang masalah kesehatan dan gizi anak ...

Sources : http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/31/masalah-kesehatan-dan-gizi-anak-usia-dini-serta-pengaruhnya-terhadap-tumbuh-kembang-anak/

Dasar-Dasar Ilmu Gizi « BIOLOGI ONLINE

Dasar-Dasar Ilmu Gizi « BIOLOGI ONLINE: PENGENALAN ILMU GIZI. Komoditas pertanian berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan penduduk terutama melalui ...

Sources : http://zaifbio.wordpress.com/category/dasar-dasar-ilmu-gizi/

gudang makalah, skripsi dan tesis: skripsi kesehatan ...

gudang makalah, skripsi dan tesis: skripsi kesehatan ...: Download makalah, skripsi, PTK, tesis? disini tempatnya.. ... A. Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) sampai saat ...

Sources : http://gudangmakalah.blogspot.com/search/label/skripsi%20kesehatan%20masyarakat

Makalah Kanker ( Gizi Diit ) Responses

Leave a Reply